
JAKARTA, PESATNEWS – Putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, Partai Golkar tidak akan berkoalisi dan membebaskan para kadernya untuk menentukan pilihannya sendiri.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Dia membebaskan kader partainya di Jakarta untuk memilih Fauzi Bowo atau Joko Widodo di putaran kedua September mendatang.
"Biar saja rakyat. Saya harapkan mereka datang ramai-ramai ke tempat pemungutan suara memberikan suaranya. Saya serahkan saja kepada pemilih," ujar Ical di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (28/7).
Di tempat yang sama, Ketua DPP Golkar Hadjritanto Thohari memaparkan bahwa keputusan tidak berkoalisi didasari karakteristik pemilih yang independen.
"Anatomi pemilih yang seperti itu mendorong partai Golkar bersikap seperti itu. Pemilih Jakarta termasuk keluarga besar partai Golkar sangat rasional, tidak ada pemilih yang bersifat tradisional fanatik," jelasnya.
Ada dugaan, sikap Golkar seperti merupakan trik politik untuk bermain ‘aman’ karena belum bisa memprediksi kekuatan masing-masing kandidat yang akan tarung di putaran kedua nanti. [fu/pn]