Top News

Minggu, 08-04-2012 15:30

Golkar: Kenaikan Harga Sembako Akibat Ulah Pemerintah SBY



Arief

Pasar sembako

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS - Reaksi  berlebihan Presiden SBY atas keretakan koalisi Parpol setgab koalisi pendukung pemerintah, menjadikan pemerintahan ini tampak egois.

“Presiden dan Pemerintah lebih mementingkan proses konsolidasi koalisi Parpol dan kabinet, sementara kegelisahan dan ketidaknyamanan rakyat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok sama sekali tidak mendapat perhatian,” ungkap Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Bambang Soesatyo, Minggu (8/4).

Bendahara DPP Partai Golkar ini menilai, pasca sidang paripurna DPR yang membatalkan kenaikan harga BBM bersubsidi, tampak sangat jelas kalau Presiden memberi keleluasaan untuk terus menekan PKS mundur dari koalisi Parpol pendukung pemerintahan SBY-Boediono. “Pertemuan pimpinan Parpol anggota koalisi yang digelar SBY bahkan tidak dihadirin PKS,” tandas Bambang.

Padahal, lanjutnya, saat SBY sibuk mengonsolidasi koalisi, rakyat harus menghadapi kenyataan yang tidak mengenakan. “Para ibu rumah tangga gelisah karena harga kebutuhan pokok sudah terlanjur naik akibat dorongan dari isu kenaikan harga BBM bersubsidi. Seharusnya, Pemerintah menunjukkan tanggung jawabnya sebagai regulator, karena kenaikan harga kebutuhan pokok justru disebabkan oleh ulah pemerintah yang tidak arif dalam mengelola isu dan rencana kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi,” paparnya.

Menurut Bambang, tidak ada anggota kabinet yang menunjukkan kepedulian terhadap fakta-fakta yang mengemuka di pasar komoditi kebutuhan pokok rakyat. “Masyarakat mengeluh dan bertanya mengapa harga kebutuhan pokok tidak segera turun setelah harga BBM bersubsidi dipastikan tidak naik pada awal April lalu? Pemerintah seharusnya responsif dan sigap mengoreksi harga kebutuhan pokok,” bebernya.

“Alih-alih peduli, pemerintah malah lebih sibuk mengurus dirinya sendiri. Setelah menekan PKS untuk mundur dari koalisi dan kabinet, kantor kepresidenan kini sudah menghembuskan lagi isu reshuffle kabinet. Padahal, isu reshuffle kabinet tidak bisa menurunkan harga kebutuhan pokok. Lalu, siapa yang mengelola kepentingan dan masalah yang dihadapi rakyat?” tambahnya. (asf)



Editor : -

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com