Berita Nasional

Sabtu, 07-04-2012 16:17

Masa' Presiden SBY dari Tentara kok Penakut?



Arief

Tifatul Sembiring

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS – Penilaian publik selama ini bahwa Presiden SBY adalah tidak tegas, peragu dan panakut, ternyata dibantah oleh ‘anak buah’ SBY di kabinet, Tifatul Sembiring.

"Presiden peragu, presiden penakut. Saya tidak setuju dengan istilah itu," seru Tifatul. Menteri Komunikasi dan Informatika dari PKS ini pun menyebut istilah yang banyak dimuat media paska Sidang Paripurna DPR yang membahas soal harga bahan bakar minyak (BBM) luar biasa.

Istilah-istilah tersebut misalnya, muncul juga kalimat bahwa PKS ditendang dari koalisi, merujuk nasib PKS di kabinet. Karena belum juga menentukan bagaimana nasib PKS, Presiden SBY pun dituding tidak berani, ragu-ragu, dan penakut. "Saya tidak setuju istilah-isitilah itu," bela Tifatul saat peluncuran buku biografinya "Sepanjang Jalan Dakwah" di gedung Indosat, Jakarta, Sabtu (7/4).

"Ada orang yang mengatakan Presiden kita penakut. Yang tepat Presiden kita ini hati-hati, tidak gegabah. Masa' Presiden kita dari militer takut. (Dia) hati-hati. Karena ini menyangkut nasib bangsa dan negara. Jangan kita memprovokasi masyarakat dan bangsa kita," kilah Menteri PKS yang selalu membela SBY dari serangan ‘lawan politik’ ini.

Nampaknya, menjelang kabar Presiden SBY akan melakukan reshuffle mencopot menteri dari PKS akibat ‘mbalelo’ di setgab koalisi menolak kenaikan harga BBM, membuat Menteri Tifatul Sembiring harus memuji-muji sang Presiden bos-nya?

Menteri dari PKS ini mengatakan, SBY memiliki dedikasi terhadap bangsanya sekalipun ada masalah. Sikap ini, puji Tifatul, memberikan hasil yang baik dimana Indonesia menjadi lebih maju dan dipandang di mata internasional. Menurutnya, SBY juga seorang yang mempunyai sifat berhati-hati. Bukan penakut, tapi SBY hanya berhati-hati. "Masak seorang militer penakut. Hati-hati iya, karena ini menyangkut masalah negara," kilahnya.

Tifatul juga meminta semua pihak agar tidak memprovokasi masyarakat. Bila terus diprovokasi, Indonesia bisa kembali ke masa-masa lalu dimana banyak terjadi kerusuhan. "Janganlah kita provokasi terus menerus masyarakat ini. Kita tidak ingin ke masa lalu dimana banyak terjadi kerusuhan," sergah mantan Presiden PKS ini.

Sebagai catatan, sebelumnya Tifatul juga pernah memuji SBY usai meresmikan radio komunikasi “Gondo Arum” di Desa  Wonogondo, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, beberapa waktu lalu. Menteri Komunikasi Dan Informatika ini menyempatkan diri berkunjung ke kediaman semasa kecil Presiden SBY, di Lingkungan Blumbang, Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan.

Bersama sejumlah rombongan, termasuk diantaranya Anggota Komisi II, DPR RI, Ramadhan Pohan dan Bupati Indartato, menteri berlatar PKS itu melihat secara dekat beberapa ruangan serta galeri foto SBY dan keluarga besarnya, yang terpajang rapi didalam rumah sangat sederhana tersebut.

Tifatul juga menyempatkan melongok kamar tidur SBY semasa masih di bangku SMA. Bahkan ia pun berkenan masuk di dalam kamar berukuran 1X2 meter dan mencoba duduk diatas amben (tempat tidur – red) dari kayu reyot berselimutkan sprei warna biru.  Beberapa bagian kasur tipis yang melapisi amben kayu serta bantal diatasnya terlihat basah lantaran tersiram tetesan air hujan dari atas genting yang nampak bocor.

Namun, semua itu tidak membuat Menteri Tifatul mengaku risih, saking kepinginnya menikmati suasana kesederhanaan yang pernah melahirkan seorang pemimpin di negeri ini. Ia pun sempat meminta beberapa wartawan serta tamu undangan mengabadikan momentum tersebut. Jepretan kamera dan kilatan lampu wartawan silih berganti menerangi kamar tidur saat Tifatul duduk sembari menikmati suasana ruangan sempit bercat hijau muda tersebut. “Luar biasa. Ternyata dari sebuah kamar sangat sederhana ini, lahir seorang tokoh yang sangat berprestasi bagi bangsa,” puji Tifatul pula.

Politisi PKS ini pun mengaku baru kali ini berkunjung ke Pacitan mengatakan, bisa banyak belajar tentang latar belakang kehidupan atasannya itu. Dari kamar tidurnya saja, kata Tifatul, mencerminkan kalau SBY seorang pribadi yang sangat sederhana. “Beliau (SBY – red) benar-benar seorang tokoh bangsa yang berasal dari desa. Tidak menyangka, kamar tidurnya tak seperti layaknya anak muda zaman sekarang. Namun, dibalik semua itu, beliau  bisa mengharumkan nama bangsa. Saya benar-benar banyak belajar dari sini,” kata Tifatul memuji lagi.

Pujian kepada SBY juga pernah diberikan Tifatul Sembiring pada tahun lalu. Saat itu, Menteri asal PKS ini menyayangkan tindakan saling serang antar anggota koalisi di saat Indonesia sedang membangun. Padahal Indonesia di masa pemerintahan SBY ini dinilai Tifatul sudah cukup baik. "Target-target pembangunan tercapai. Nama Pak SBY juga cukup bagus di luar dan dipuji-puji, jadi saya rasa ini sayang kalau diisi pertengkaran," ucap Tifatul. (*/rm/red)


Editor : -

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.







BERITA Megapolitan
BERITA Berita Daerah
BERITA Berita Nasional
Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com