Top News

Kamis, 05-04-2012 02:08

Awas! Meski Denny 'Brengsek', Tapi Bandar Narkoba Lebih Busuk!



Arief

Denny Indrayana

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS - Publik dan media massa jangan lupa dan hanyut dengan berita penamparan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana terhadap sipir yang lelet membukakan pintu penjara (LP) yang diduga ada jual beli narkoba di dalam hotel prodeo tersebut.

Awas, bandar narkoba juga terganggu dengan inspeksi mendadak (sidak) yang terus menerus dilakukan Denny Indrayana, sehingga geng narkoba menggunakan akal busuk untuk melumat Wamenkumham. Indra, Anggota Komisi III (Hukum) DPR RI dari Fraksi PKS, mengingatkan membesar-besarkan isu penamparan yang dilakukan Wamenkumham merupakan skenario dari pihak-pihak yang tidak menginginkan ada perbaikan di lapas-lapas.

"Secara pribadi, saya berharap agar isue penamparan jangan sampai menengelamkan fakta peredaran narkoba di lapas. Saya menduga ini ulah para bandar narkoba dan oknum-oknum di Kementrian Hukum dan HAM yang terusik dengan terobosan-terobosan pembenahan yang dilakukan Denny Indrayana," tuturnya di gedung DPR, Rabu (4/4).

Memang Denny bisa dibilang 'brengsek' tetapi skenario busuk bandar narkoba lebih bahaya lagi bagi keselamatan bangsa dan negara ini. Oleh karena itu, Indra berharap, di balik pengalihan issue tersebut agar media massa dapat memberitakan secara seimbang dan jangan bisa dibeli (disuap) besar oleh bandar narkoba. Begitupun dengan pihak-pihak lain yang ingin melakukan pembenahan di Lapas, jangan surut untuk bekerja membenahi dan memerangi peredaran narkoba.

Secara terpisah, pengamat Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Tubagus Januar Soemawinata menilai, perilaku 'koboi' Wamenkumham memang patut dipertanyakan, tapi bukan masalah pokok yang harus menjadi topik pemberitaan. "Bandar narkoba dan jual beli barang terlarang di penjara justru yang harus diberantas. Ini yang lebih penting untuk masyarakat luas ketimbang hanya mengotak-atik isu penamparan sipir. Apalagi, sudah terbukti banyak sipir yang terlibat kasus perdagangan narkoba di penjara. Bisa saja ribuan sipir demo menggugat Denny karean mereka dikasih duit bandar narkoba yang berlimpah tanpa seri," tutur mantan aktivis ini.

Januar khawatir isu penamparan Denny Indrayana sekarang ini sengaja dibesar-besarkan oleh pihak anggota DPR RI untuk menutup-nutupi perilaku 'busuk' oknum-oknum DPR yang 'bermain' dengan mengusung pasal 7 ayat 6a UU APBN-P, pasal setan siluman yang memberi peluang kenaikan harga BBM. "Jangan-jangan pula ada oknum anggota DPR yang bermain dengan bandar narkoba, karena bisa menangguk puluhan hingga ratusan miliar rupiah," tandasnya.

Lebih lanjut, Indra menilai positif terobosan-terobosan yang dilakukan Wamenkumham Denny Indrayana untuk melakukan pembenahan Lapas. "Terobosan yang dilakukan Denny Indrayana positif dan terbukti telah membuahkan hasil. Sidak-sidak yang dlakukan Denny Indrayana sejauh ini berhasil menangkap para pengedar narkoba dan oknum sipir yang terlibat. Bisa saja ribuan sipir demo menggugat Denny karena mereka dibiayai bandar narkoba yang duitnya tanpa seri," tegas Anggota Fraksi PKS ini.

Nilai positif tersebut dicontohkan pula seperti yang dilakukan Denny ketika bersama Badan Narkotika Nasional melakukan sidak dan penangkapan tiga bandar dan satu sipir beserta barang bukti shabu-shabu. Padahal, sebelumnya Dirjen Pemasyarakatan sudah melakukan sidak ke Lapas Pekanbaru, namun tidak menemukan bandar narkoba. Dan ini membuktikan apa yang dilakukan Denny adalah hal yang positif.

Memang, Denny Indrayana kerap melakukan sidak ke Lapas. 'Hobi' ini dilakukan sejak dia menjadi Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Mulai dari sidak di Rutan Pondok Bambu yang menemukan Lapas mewah, kemudian melakukan sidak di Rutan Cipinang. Di Rutan ini, Denny menemukan adanya pertemuan ilegal antara tersangka kasus suap Wisma Atlet, M. Nazaruddin dengan adiknya, yang juga anggota DPR, M. Nasir. Hadir dalam pertemuan tersebut pengacara Djufri Taufik.

Indra menambahkan, PKS mendukung dibentuknya tim pencari fakta (TPF) dugaan pemukulan Wamenkumham Denny Indrayana kepada petugas Lapas Pekanbaru, Riau. "Ini harus dilakukan untuk meng-clear-kan isu tersebut," tegasnya. Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan tersebut, Indra pembenahan Lapas terus dilakukan.

Sebab, menurut dia, sudah menjadi rahasia umum, bahwa Lapas dan Rutan yang ada Indonesia memang sangat bobrok. "Di Lapas dan Rutan, begitu mudah beredar narkoba. Pungli pun dimana-mana, tindakan diskriminatif yang dilakukan petugas Lapas atas warga binaan juga kerap terjadi. Belum lagi tindak kekerasan dan lain sebagainya," bebernya.

Tentunya, lanjut dia, hal ini tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan para sipir dan petugas Lapas. "Bahkan banyak selentingan yang mengatakan adanya setoran hasil perdagangan narkoba di Rutan dan Lapas kepada pejabat lapas. Jadi melihat realita tersebut, maka upaya pembenahan Lapas dan Rutan merupakan tindakan yang harus kita dukung dan apresiasi," tandas Indra. (rm/asf/red)


Editor : -

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com