temuan baru di dunia UPS murah bisa 12 jam atau lebih imam 083898984333
DI JUAL HONDA TIGER REVO CW/DD HITAM 2008 DKI PAJAK PANJANG. FULL ORSINIL BU 18.5JT NEGO Asep 93350323
Jual HP Nokia 1315 CDMA charger-nya dan tanpa dus buku mau dijual: Rp 325.000 vanshop 02195198711
Dijual Rumah BTN - OVER KREDIT - di Bekasi, Lt/Lb : 72/72, Harga Rp 70 Juta, sudah termasuk Jaringan Telepon (masih bisa Nego), Listrik 1300 Watts Bp. Supardi 021-88375953

Oknum Polisi Diduga Mobilisasi Massa

Berita Daerah  Headlines | Published on 10/03/10 10:12

aksi_demo_mahasiswa_setia_2MAKASSAR, PESATNEWS- Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) menyatakan bahwa sejumlah oknum polisi di Makassar diduga memobilisasi massa ketika melakukan penyerangan untuk meredam aksi unjuk rasa mahasiswa.

Ketua PBHI Syamsuddin Radjab dalam konfrensi pers di Makassar, Selasa (9/3), mengatakan, hal tersebut disimpulkan berdasar hasil investigasi PBHI terhadap kasus penyerangan polisi ke sekretariat HMI Makassar, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin dan Universitas Negeri Makassar (UNM).

“Kami sudah menanyai warga setempat, baik di sekitar HMI maupun di kampus. Tidak ada yang mengenal para penyerang yang disebut polisi sebagai warga,” katanya.

Dia menjelaskan, berdasar hasil investigasi itu pula, mereka berhasil mendapat nama sejumlah oknum polisi yang diduga terlibat tindakan memobilisasi massa dari satu kampus ke kampus lainnya.

Menurutnya, laporan tentang nama-nama oknum polisi dan “warga” diluar hasil investigasi terus masuk ke PBHI, baik dari warga setempat maupun mahasiswa, namun PBHI sendiri belum menindaklanjuti hal tersebut karena masih konsentrasi pada laporan pertama.

“Hasil investigasi ini akan memperkuat bukti bahwa gerakan warga tidak suka mahasiswa memang sudah didesain, sebagai pengalihan isu pengusutan kasus Bank Century,” ujarnya.

Dia menambahkan, selain mobilisasi massa, tim PBHI juga mengumpulkan visum medis untuk membuktikan bahwa para mahasiswa yang diperiksa untuk keperluan pengisian Berita Acara Pemeriksaan (BAP), mendapat penyiksaan dari oknum kepolisian di Polwiltabes Makassar.

“Kalau penyiksaan, Saya tidak tahu apakah itu merupakan bagian dari rangkaian desain atau tidak,” katanya. (ANT)

  • Share/Bookmark

Artikel terkait:

Post a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

*
*