LAMPUNG, PESATNEWS- Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan menyatakan, penyakit chikungunya hingga saat ini terus meluas di empat kecamatan Kabupaten Lampung Selatan meskipun jumlahnya tergolong menurun sebanyak 66 kasus.
Kepala Seksi Pencegahan Dan Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Kristi Endrawati, mengatakan, di Kalianda, Rabu (3/3), empat wilayah yang masih terserang penyakit itu yakni Kecamatan Kalianda, Merbaumataram, Penengahan dan Sidomulyo.
“Penemuan kasus terbaru terjadi di Desa Maja, Kecamatan Sidomulyo dengan jumlah laporan sementara sebanyak 21 kasus,” tuturnya.
Dia menjelaskan, pihaknya saat ini telah menerjunkan tim dari Dinas Kesehatan dengan dibantu oleh petugas puskesmas setempat untuk meneliti penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk “aedes abovitus” tersebut.
Kemudian, serangan penyamkit itu di Kecamatan Kalianda ini disebabkan oleh genangan air di dalam drum-drum sekitar pemukiman warga.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pengobatan gratis terhadap penderita sekaligus melakukan gerakan serentak (gertak) menguras, mengubur, menutup genangan air (3M) dan pembersihan lingkungan serta abatesasi untuk memutus rantai penyebarannya.
“Kasus ini bukan tergolong kejadian luar biasa (KLB) karena selain jumlahnya penyebarannya tidak signifikan, tahun lalu juga pernah terjadi serangan yang serupa di daerah itu,” ucapnya menambahkan.
Sedangkan untuk tiga kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Sidomulyo, Penengahan, dan Merbaumataram merupakan kasus lanjutan beberapa waktu lalu dengan menyisakan penderita sebanyak 46 kasus.
“Kecamatan Penengahan tercatat 10 kasus, Merbaumataram 10 kasus dan Sidomulyo sebanyak 26 kasus dan sudah ditangani oleh Dinas Kesehatan Lampung Selatan,” ujarnya.
Dia mengharapkan, program menguras, mengubur, menutup genangan air (3 M) harus tetap dilakukan oleh masyarakat secara berkesinambungan untuk mengantisipasinya serangan wabah chikungunya.
“Chikungunya bukanlah penyakit mematikan, dengan masa inkubasi antara empat sampai lima hari tergantung ketahanan tubuh penderita, namun warga perlu menghindarinya,” tuturnya menambahkan. (ANT)
Artikel terkait: