
Munas Golkar (ist)
JAKARTA, PESATNEWS- Partai Golkar siap menghadapi konsekuensi pahit karena sikapnya dalam Pansus Century yang berpandangan ada kejanggalan dan penyimpangan dalam kebijakan bail out Bank Century.
Hal tersebut diungkapkan ketua dewan pertimbangan partai Golkar si sela-sela acara Diklat Penyegaran Kader Penggerak Partai di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/2)
“Tentu kita siap menghadapi konsekuensi dengan sikap politik yang kita ambil,” ujarnya
Menurut Akbar, sikap politik Golkar nantinya akan didasarkan pada tugas Golkar sebagai wakil rakyat. Dikatakan dia, Golkar akan berusaha mengungkap setiap kejanggalan yang ada dalam kasus Bank Century.
“Golkar akan melaksanakan tugasnya sesuai dengan amanat undang-undang dan amanat masyarakat untuk mengungkapkan berbagai persoalan-persoalan dan kejanggalan-kejanggalan dalam kasus Century,” tegasnya.
Terhadap sikap Golkar yang bertentangan dengan sikap Partai Demokrat yang merupakan koalisi Golkar, Akbar berpendapat, Golkar hanya berusaha melakukan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.
Swnada dengan AKbar, wakil ketua partai Golkar Theo Sambuaga juga tak khawatir dengan isu reshuflle kabinet, karena perombakan kabinet adalah hak presiden.
“Kita tidak ada masalah kalau di-reshuffle. Kita sudah berulang kali tegaskan itu hak prerogatif Presiden,” katanya.
Theo juga menegaskan, Partai Golkar tidak akan bergeser dari pandangan awal mengenai kasus Century. “Apa yang diungkapkan di pandangan awal Golkar tidak akan bergeser,” tandasnya.
Artikel terkait: