temuan baru di dunia UPS murah bisa 12 jam atau lebih imam 083898984333
DI JUAL HONDA TIGER REVO CW/DD HITAM 2008 DKI PAJAK PANJANG. FULL ORSINIL BU 18.5JT NEGO Asep 93350323
Jual HP Nokia 1315 CDMA charger-nya dan tanpa dus buku mau dijual: Rp 325.000 vanshop 02195198711
Dijual Rumah BTN - OVER KREDIT - di Bekasi, Lt/Lb : 72/72, Harga Rp 70 Juta, sudah termasuk Jaringan Telepon (masih bisa Nego), Listrik 1300 Watts Bp. Supardi 021-88375953

Awas! Wabah Demam Berdarah di Jakarta

Berita Daerah  Headlines | Published on 06/02/10 14:16

DBD_NOJAKARTA, PESATNEWS- Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengimbau kepada masyarakat untuk ekstra waspada terhadap genangan air yang dapat menjadi sarang berkembangbiaknya jentik nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah. Sebab saat ini, ada kecenderungan pengembangbiakan nyamuk tersebut tidak lagi terjadi pada genangan air bersih, tapi juga bisa muncul pada genangan air di tempat yang kotor.

“Ada kecenderungan nyamuk penebar DBD tidak hanya berkembangbiak di genangan air bersih, tetapi juga di genangan air kotor,” ujar Fauzi Bowo saat melakukan kunjungan kerja di RW 09, Ciracas, Jakarta Timur, seperti dikutip dari situs resmi pemprov DKI Jakarta, Sabtu (6/2).

Bang Fauzi, sapaan akrab Fauzi Bowo, mengemukakan, selain membersihkan setiap genangan, kewaspadaan terhadap DBD dapat dilakukan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di tempat tinggal masing-masing.

Saat melakukan kunjungannya tersebut, Fauzi mengaku bangga dengan warga RW 09, Ciracas, Jakarta Timur yang dapat menunjukkan angka prevelansi DBD nol pada periode Januari 2010. “Saya yakin, para jumantik di sini tidak hanya mejeng saat gubernur datang, tapi semuanya bekerja. Saya harap hal ini dapat dipertahankan sehingga wilayah ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” kata Fauzi Bowo.

Data dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur menyebutkan, jumlah kasus DBD di Jakarta Timur sepanjang Januari hingga 4 Februari 2010 mencapai 633 kasus. Rinciannya, Kecamatan Matraman 44 kasus, Pulogadung 73 kasus, Jatinegara 46 kasus, Durensawit 106 kasus, Kramatjati 61 kasus, Makasar 38 kasus, Pasarrebo 67 kasus, Cipayung 44 kasus, Ciracas 67 kasus, serta Cakung 87 kasus.

Kepala Seksi Pengendalian Masalah Kesehatan, Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Domdom Karolina Nadeak, mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada warga untuk mewaspadai setiap genangan air di lingkungan warga. “Jika genangan air didiamkan lebih dari satu pekan, maka jentik yang ada sudah berubah menjadi nyamuk. Yang harus lebih diwaspadai, nyamuk lebih suka mencium bau manusia,” tandasnya.

  • Share/Bookmark

Artikel terkait:

Post a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

*
*