temuan baru di dunia UPS murah bisa 12 jam atau lebih imam 083898984333
DI JUAL HONDA TIGER REVO CW/DD HITAM 2008 DKI PAJAK PANJANG. FULL ORSINIL BU 18.5JT NEGO Asep 93350323
Jual HP Nokia 1315 CDMA charger-nya dan tanpa dus buku mau dijual: Rp 325.000 vanshop 02195198711
Dijual Rumah BTN - OVER KREDIT - di Bekasi, Lt/Lb : 72/72, Harga Rp 70 Juta, sudah termasuk Jaringan Telepon (masih bisa Nego), Listrik 1300 Watts Bp. Supardi 021-88375953

Wilayah Jaktim Tertinggi Jumlah Penderita DBD

Berita Daerah | Published on 01/02/10 15:12

DBD_NOJAKARTA, PESATNEWS- Curah hujan yang tidak menentu di sebagian wilayah Jakarta, membuat Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Timur terus mewaspadai ancaman pengembangbiakan jentik nyamuk Aides Aegypti. Selama Januari 2010, jumlah kasus DBD di Jakarta Timur mencapai 407 kasus.

Selain menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), untuk menekan jumlah kasus DBD, Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Paripurna Harimuda mengimbau kepada masyarakat untuk menjadi Jumantik bagi dirinya sendiri atau self Jumantik. Dengan adanya self Jumantik diharapkan, dapat langsung mewaspadai genangan air yang umumnya terjadi setelah hujan di lingkungannya masing-masing. “Kami sangat berharap kepada warga untuk bisa menjadi self jumantik di tempat tinggalnya masing-masing. Sehingga akan mempermudah tugas para jumantik RT dan RW yang bertugas setiap Jumat melalui PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) 30 menit,” ujar Paripurna Harimuda seperti dikutip dari situs resmi pemprov DKI Jakarta, Senin  (1/2).

Dirinya mengatakan, meski PSN rutin dilakukan pada setiap pekannya, namun kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit mematikan tersebut, justru harus dilakukan mulai dari diri sendiri yakni dengan menjadi self Jumantik di masing-masing lingkungannya.

Data yang tercatat di Sudin Kesehatan Jakarta Timur, selama Januari 2010, penyebaran jumlah kasus DBD terbanyak terdapat di Kecamatan Durensawit dengan 64 kasus, disusul oleh Kecamatan Cakung 57 kasus, Pulogadung 52 kasus, Kramatjati 46 kasus, Ciracas 42 kasus, Pasarrebo 41 kasus, Jatinegara 32 kasus, Matraman 29 kasus, Makasar 22 kasus dan Cipayung 22 kasus.

Dari data tersebut menyebutkan, kelurahan yang memiliki predikat zona merah atau rawan DBD sebanyak 19 kelurahan yakni antara lain, Kayuputih (Pulogadung), Cibubur (Ciracas), Cipinangmuara (Jatinegara), Cijantung (Pasarrebo), serta Utankayu Selatan (Matraman). Sedangkan untuk zona kuning terdapat 45 kelurahan antara lain, Kampungmelayu (Jatinegara), Cililitan (Kramatjati), serta Pondokkopi (Durensawit). Sementara untuk kelurahan zona hijau atau bebas DBD hanya terdapat satu kelurahan yakni Kelurahan Ujungmenteng, Cakung, Jakarta Timur.

Padahal, dari data bulan sebelumnya atau Desember 2009 tercatat, tidak ada kelurahan zona merah DBD di Jakarta Timur. Pada Desember 2009 tercatat, 27 kelurahan sebagai zona hijau dan 38 kelurahan masuk zona kuning.

Kasie Pengendalian Masalah Kesehatan, Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Domdom Karolina Nadeak menambahkan, jika sistem self jumantik dapat diterapkan, maka akan dipastikan dapat mengurangi jumlah kasus DBD terutama di wilayah zona merah yang ada di Jakarta Timur. “Kalau bisa pemusnahan jentik tidak hanya mengandalkan dari kader Jumantik saja,” tandasnya.

  • Share/Bookmark

Artikel terkait:

Post a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

*
*