temuan baru di dunia UPS murah bisa 12 jam atau lebih imam 083898984333
DI JUAL HONDA TIGER REVO CW/DD HITAM 2008 DKI PAJAK PANJANG. FULL ORSINIL BU 18.5JT NEGO Asep 93350323
Jual HP Nokia 1315 CDMA charger-nya dan tanpa dus buku mau dijual: Rp 325.000 vanshop 02195198711
Dijual Rumah BTN - OVER KREDIT - di Bekasi, Lt/Lb : 72/72, Harga Rp 70 Juta, sudah termasuk Jaringan Telepon (masih bisa Nego), Listrik 1300 Watts Bp. Supardi 021-88375953

Penderita DBD di Jakarta Turun Lima Puluh Persen

Berita Daerah | Published on 01/02/10 10:43

DBD_NOJAKARTA, PESATNEWS- Gencarnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) tiap jum`at pagi yang dilakukan Pemprov DKI dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat hingga ke level kelurahan, membuahkan hasil maksimal. Keberhasilan itu ditunjukkan dengan semakin menurunnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di DKI Jakarta.

Bahkan, pada Januari 2010 saja tercatat kasus DBD hanya berkisar pada angka 162 kasus. Jumlah ini terbilang lebih sedikit dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2009 yang mencapai 324 kasus. Penurunan kasus DBD hingga sekitar 50 persen ini, diharapkan akan memicu penurunan kasus penyakit serupa di bulan-bulan berikutnya.

Dari 162 kasus DBD pada bulan Januari 2010 di Jakarta, tercatat sebanyak 17 kasus berada di Jakarta Pusat,  7 kasus di Jakarta Utara,22 kasus di Jakarta Barat, 43 kasus di Jakarta Selatan, dan 73 kasus di Jakarta Timur.

Keberhasilan dalam menurunkan kasus DBD di Jakarta, khususnya di Jakarta Utara mendapatkan apresiasi dari Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Sebab, selama ini Jakarta Utara termasuk wilayah yang paling banyak terjadi kasus DBD. Namun pada bulan Januari ini, Jakarta Utara termasuk wilayah yang paling kecil jumlah kasus DBD tersebut.

“Pemkot Jakarta Utara patut diberikan apresiasi tinggi karena berhasil menurunkan kasus DBD. Padahal, biasanya Jakarta Utara selalu tinggi kasus DBD-nya,” puji Gubernur Fauzi Bowo, seperti dikutip dari situs resmi pemprov DKi Jakarta, Senin (1/2).

Bahkan di RSUD Koja Jakarta Utara, paparnya, hanya ada 1 pasien positif terkena DBD. Melihat itu, gubernur menilai gerakan PSN dan kegiatan 3M plus (menutup, menguras dan mengubur) plus pemeriksaan jentik nyamuk di wilayah Jakarta Utara sudah berhasil.

“Saya harap prestasi ini terus dipertahankan agar warga Jakarta dapat hidup terbebas dari DBD,” pesannya.

Gubernur juga meminta agar seluruh walikota di lima wilayah untuk terus melakukan kegiatan yang berkaitan dengan penurunan kasus DBD tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Dien Emmawati, mengakui adanya trend penurunan kasus DBD di ibu kota sebesar 50 persen di bulan Januari 2010, jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Menurutnya, secara keseluruhan pada tahun 2009 juga angka kasus DBD mengalami penurunan hingga mencapai 18.366 kasus. Dengan rincian, Jakarta Pusat ada 1.863 kasus, Jakarta Utara sebanyak 3.766 kasus, Jakarta Barat mencapai 2.583 kasus, Jakarta Selatan mencapai 4.976 kasus dan Jakarta Timur sebanyak 5.178 kasus. Padahal, sepanjang tahun 2008 kasus DBD itu tercatat hingga 28 ribu kasus.

Dien menambahkan, bagi pasien DBD dari kalangan warga miskin, pihaknya meminta warga untuk tidak khawatir berobat ke rumah sakit. Karena, saat ini ada 6 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 85 rumah sakit swasta yang telah ditunjuk oleh Pemprov DKI sebagai rumah sakit rujukan, sehingga pasien tidak dibebankan biaya berobat sepeser pun. Biaya pengobatan akan dibayarkan Dinkes DKI dalam anggaran Gakin.

“Jika RS Koja penuh, warga Jakarta Utara bisa berobat ke rumah sakit sekitarnya seperti RS Tugu dan RS Pelabuhan. Mereka pasti dilayani dengan baik. Prosedurnya sama, pasien masuk dulu baru urus administrasi. RS akan klaim biayanya ke Dinkes,” paparnya.

Sedangkan bagi warga yang tidak mempunyai ongkos untuk menempuh perjalanan ke rumah sakit, Dien menegaskan Dinkes mempunyai Ambulan Gawat Darurat (AGD)yang siap melayani masyarakat secara gratis.

  • Share/Bookmark

Artikel terkait:

Post a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

*
*