JAKARTA, PESATNEWS- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Maret mendatang tetap akan menggelar ujian nasional (UN) untuk tingkat SD, SMP, SMA/SMK, dan sederajatnya. Kebijakan ini diterapkan menyusul keluarnya persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terhadap pelaksanaan UN. Bahkan Kementerian Pendidikan Nasional RI juga telah mengeluarkan instruksi ke seluruh provinsi mengenai pelaksanaan UN 2010 pada Maret mendatang.
Saat ini Dinas Pendidikan DKI tengah melakukan persiapan, agar tidak terjadi kebocoran soal, joki UN, dan bentuk kecurangan lainnya. Bahkan seluruh kepala sekolah telah diminta bersiap-siap sejak jauh hari.
“Kami di kota Jakarta sebagai bagian dari sub sistem pendidikan, akan memegang ketentuan dari sistem pendidikan pusat. Kami siap melaksanakan UN tahun ini. Saat ini kami sedang mempersiapkan konsep UN agar lebih siap dan baik dari tahun sebelumnya,” kata Taufik Yudi Mulyanto, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, seperti dikutip dari situs resmi pemprov DKI Jakarta, Sabtu (30/1).
Berdasarkan jadwal dari Kementerian Pendidikan Nasional RI, pelaksanaan UN akan dimulai pada tanggal 22 Maret 2010. Ujian akan dimulai dari tingkat pendidikan SMA/SMK, SMP dan terakhir SD. UN akan dibagi menjadi tiga tahap yaitu ujian utama, ujian susulan, dan ujian ulangan. Setelah itu, baru akan dilaksanakan ujian nasional untuk siswa yang mengikuti pendidikan dalam bentuk sistem paket yaitu paket A, B, dan C.
Taufik menyebutkan, pelaksanaan UN sejauh ini masih sangat dibutukan bagi para siswa sebagai tolak ukur peningkatan pencapaian pengetahuan, intelektual, dan juga melatih mental. Usaha mengasah mental anak harus dilakukan karena ke depan rintangan hidup maupun beban akademis akan semakin besar.
“Bila dari sekarang mental siswa tidak dibangun maka mereka tidak bisa menghadapi persaingan yang semakin ketat,” katanya. Hal itu seiring dengan keinginan para orangtua murid maupun para pemerhati pendidikan bahwa adanya peningkatan mutu atau kualitas siswa.
Ia menyebutkan bahwa persiapan UN tahun ini jauh lebih siap dari tahun sebelumnya. Sebab hal ini dilakukan lebih komprehensif dengan mengajak semua komponen pendidikan untuk menjadi alat peningkatan karakter diri siswa dalam menghadapi UN. Karenanya, para guru dan kepala sekolah diminta untuk mempersiapkan mental para siswanya sehingga mereka tidak mengalami stres berlebihan saat ujian nanti. Persiapan mental dapat dilakukan dengan memperbanyak latihan soal dan memberikan asupan semangat kepada para anak didik. Selain itu, diharapkan para guru dan kepala sekolah mengantisipasi adanya kebocoran soal ujian dan joki ujian.
MA sendiri telah menjatuhkan keputusannya terkait penghapusan Ujian Nasional pada Senin (14/9) lalu. Pengadilan menolak permohonan kasasi pemerintah tentang ujian nasional. Dampaknya adalah pemerintah wajib menjalankan putusan tersebut meskipun ada upaya hukum luar biasa. Namun, pada Rabu (27/1), DPR RI mengabulkan kebijakan pemerintah untuk tetap melaksanakan UN.
Berdasarkan data Disdik DKI, angka kelulusan pada 2009 meningkat dibandingkan pada 2008. Untuk SMA, dari jumlah peserta 57.509 siswa, peserta yang lulus mencapai 55.530 siswa (96,6 persen), sedangkan yang tidak lulus berjumlah 1.979 siswa (3,4 persen). Kemudian pada tahun 2008, angka kelulusan siswa SMA hanya 92 persen. Demikian halnya SMK, dari 57.914 siswa, peserta yang lulus mencapai 5.915 siswa (96,6 persen) dan jumlah siswa tidak lulus sebanyak 1.999 siswa (3,4 persen). Pada tahun sebelumnya, angka kelulusan SMK hanya mencapai 93 persen.
Sedangkan angka kelulusan ujian nasional di tingkat SLTP tahun 2009 mencapai 99,805 persen. Dari 132.956 peserta Ujian Nasional 2008/2009, yang dinyatakan lulus sebanyak 132.697 siswa. Sisanya sebanyak 259 dinyatakan tidak lulus. Nilai rata-rata kelulusan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia (7,45), Bahasa Inggris (6,86), Matematika (6,95) dan IPA (6,66).
Khusus untuk Kepulauan Seribu pada tahun 2009, dari total peserta UN 417 siswa (SD–SMA) angka kelulusannya mencapai 100 persen. Angka kelulusan siswa rata-rata 6,59 untuk Bahasa Indonesia, 6,67 untuk Bahasa Inggris, 6,82 untuk Matematika, serta 6,99 untuk IPA.
Artikel terkait: